You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Normalisasi Saluran Phb Akri Karet Semanggi Diapresiasi Warga
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

Warga Apresiasi Normalisasi Saluran Phb Akri Segmen Jalan Komplek Polri

Normalisasi saluran penghubung (Phb) Akri segmen Jalan Komplek Polri, Kelurahan Karet Semanggi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, diapresiasi warga. 

"Saya ucapkan terima kasih"

Salah seorang warga setempat, Adrin Permana (38) mengapresiasi normalisasi yang dilakukan Pasukan Biru karena beberapa waktu lalu sempat terjadi genangan pada akses jalan di lokasi tersebut. 

"Saya ucapkan terima kasih karena sudah menindaklanjuti laporan warga dan melakukan normalisasi saluran ini," ujarnya, Jumat (25/4). 

Sudin SDA Jakarta Timur Bangun 12 Saluran Air Baru Tahun Ini

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Setiabudi, Retno menjelaskan, pengerjaan normalisasi saluran meliputi pengerukan sedimen lumpur dan perbaikan turap yang amblas.

"Sebelumnya turap-turap di lokasi ini amblas dan longsoran materialnya menyumbat saluran hingga menyebabkan air meluap ke akses jalan saat terjadi hujan," terangnya.

Ia menambahkan, normalisasi saluran yang dilakukan sepanjang 200 meter dengan melibatkan enam personel sejak 8 April 2025 ditargetkan rampung pada bulan Juni 2025 mendatang. 

"Saat ini pengerjaan masih sekitar 20-30 persen. Percepatan pengerjaan terhambat proses pengangkatan puing karena posisinya ada di saluran yang tertutup," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1172 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1150 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye920 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye916 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye837 personBudhi Firmansyah Surapati